Search This Blog

Wednesday, April 3, 2013

Resume Individu Jarkom


Doddy Asmadi J.
11410100222

  • Media Guide : cable, bahannya : tembaga & fiber (kaca)
    • Tembaga : 
      • coxial cable : thin, thick
      • twisted pair : UTP (unshielded) untuk indoor, STP (shielded) untuk outdoor & dibungkus jel agar tahan terhadap cuaca. STP dibuat saling silang satu dengan yang lain agar tidak terjadi medan magnet yang membuat data tidak dapat lewat
    • Fiber (kaca) : single mode & multi mode
  • Data disini dirubah menjadi arus listrik atau cahaya
    • Data : 
      • arus : +10V , -10V
      • cahaya : led & laser
  • Router interface sama dengan hub
  • Kabel UTP ada 8, yang membedakannya adalah warna, 568A & 568B
  • Starndart electrical : EIA 
  • Maksimal kabel UTP adalah 100m, jika ingin lebih maka diperlukan penguat sinyal (switch) atau penguat arus
  • Switch tidak dapat membaca data pc lain karena swicth hanya penghubung (perantara)
  • OSI layers :
    • Application     
    • Presentasion
    • Session
    • Transport
    • Network
    • Datalink
    • Physical
  • Medai unguide : wireless
  • Router bisa memakai firewall
  • Fungsi frame : adanya physical addressing
  • Hub digunakan untuk share bandwith (yang ada) ke semua port
  • Switch : tanpa konfigurasi pun bisa berjalan, tetapi dapat dikonfigurasi lagi, seperti adanya dedicated bandwith (kecepatan bandwith sama, tidak dibagi)
    • Ciri - ciri : 
      • di hub bisa terjadi domain polution , efeknya adalah network menjadi terhalang, namun dapat diselesaikan di switch dengan back off algorithm collution
      • jika di hub ada network collusion, maka jika ada 1 jaringan error maka jaringan lain akan ikut error, namun di switch error yang terjadi tidak akan menyebar
      • network collution : pengiriman data pada suatu network dalam waktu yang sama
  • Cable console : kabel untuk menghubungkan perangkat jaringan ke komputer (pc) lalu ke USB ke console cable
    • Network device ke pc karena network device tidak ada layarnya, kabel tidak perlu di twisted
  • Straight cable : antar ujung kabel menggunakan standar EIA yang sama (A/B)
  • Cross cable : antar ujung kabel menggunakan standar EIA yang berbeda
  • Beda cross cable & straight cable : 
    • cross cable : untuk menghubungkan 2 perangkat yang sama fungsinyya yaitu sebagai transmit & receive , router ke router, hub ke  hub, router ke pc
    • straight cable : untuk menghubungkn 2 perangkat berbeda, misal hub ke switch
  • Kabel UTP : 
    • 10mbps -> ethernet
    • 100mbps -> fastethernet
    • 1000mbps -> gigabitethernet
  • Network device :
    • hub
    • switch :
      • management switch : bisa diatur lagi
      • unmanage switch : switch yang tidak perlu dikelola lagi, dapat langsung digunakan, mempunyai kemampuan di layer 2 yaitu tidak share bandwith & mampu memecahkan collusion
    • router
  • Traffic dapat dikelola dengan baik dengan manage switch
  • frame address : layer to  address / mac address
  • Spannig tree : 
    • untuk mengingat - ingat teknologi switch agar tidak terjadi frame loop
    • menstabilkan mac adress table
  • Kemampuan switch : 
    • address learning
    • forward / filter decision
    • loop avoidance
  • Pengiriman data didalam internet protokol menggunakan routing protokol
  • Router lebih dari 30 akan mengakibatkan RTO
  • OSPI : untuk enterprise dalam satu autonomi sistem
  • LCMP protokol : untuk menginformasikan jika terjadi error
  • Tahapan menguji host : 
    • lihat konfigurasi, cek default gateway apakah sesuai dengan ip address router, lakukan ping ke gateway (jika bisa maka berhasil)
    • gunakan trace sebagai pilihan terakhir, connect internet ( trace router)
  • ARP : untuk mencari physical address ip
  • RARP : untuk addressing (belum ada ip) untuk membuat alamat ip, mapping ke mac address (proses addressing)
  • Kelemahan ip public :
    • harus bayar sewa
    • untuk menghemat ip, hanya untuk server public & layanan public, hanya untuk server tertentu
    • alasan keamanan, ip public hanya akan membuat komputer dapat mengakses komputer lain sehingga berbahaya dalam penyimpanan data
  • Membedakan category class full & class less : dilihat dari net mask di ip, netmask class full adalah 8,16,24 selain itu adalah class less  
·         Komponen Internet Layer :
o   Routing Protocol:
§  Path Selection
§  RIP, OSPF, BGP
o   IP Protocol :
§  Addressing convention
§  Datagram format
§  Packet handling convention
o   ICMP Protocol :
§  Error reporting
§  Router Signalling
·         ICMP Internet Control Message Protocol, digunakan oleh host, router, gateway untuk mengirimkan pesan pesan kesalahan.
o   Tugas ICMP adalah mendukung sepenuhnya tugas-tugas protokol IP.
o   ICMP tidak menggunakan nomor port seperti pad TCP dan UDP.
o   ICMP dapat melintasi internetwork.
o   ICMP dapat digolongkan dalam 2 kelas:
§  Pesan kesalahan : Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengiirim jika terjadi error
§  Pesan informasi : Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.
·         ARP : Address Resolution Protocol.
o   Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
o   Setiap host menyimpan Tabel ARP dalam cache.
·         RARP : Reverse Address Resolution Protocol : Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja
·         Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram. IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
·         Fragment : Packet data yang dipotong2 sesuai dengan ukuran MTU
o   Karena adanya proses fragmentasi, maka pada sisi penerima dibutuhkan juga adanya proses reassembly.
o   Proses reassembly menggunakan field: identification, flag dan fragmentation pada IP datagram
·         Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
o   IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
o   Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal adalah: X.X.X.X . Contoh: 202.155.19.57
o   IP Address terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
o   IP address kelas A, B, C digunakan untuk pengalamatan IP publik.
o   IP address kelas D, digunakan untuk pengalamatan multicast.
o   IP address kelas E, dicadangkan untuk pemakaian masa depan.
o   IP kelas A, B dan C terdiri atas 2 bagian, yaitu NetId (identitas sebuah network) dan HostId (identitas sebuah host).
·         Total alamat host dalam sebuah network adalah: 2N – 2 (Dimana N adalah jumlah bit).
o   Pengurangan 2 disini dikarenakan dalam satu alamat jaringan selalu terdapat network address dan broadcast address.
·         Untuk memisahkan antara network-id dan host-id diperlukan sebuah netmask.
o   Network-id menggunakan mask binary 1, sedangkan host-id menggunakan mask binary 0.
o   Network-id dan Host-Id dibedakan dengan cara melakukan operasi AND antara IP address dan Netmask.
·         CIDR : Classless Inter-domain Routing.
o   Dengan CIDR, network-prefix pada alamat IP tidak harus 8, 16, dan 24 bit seperti pada kelas A, B, dan C.
o   Dengan CIDR, network prefix dituliskan dalam bentuk: X.X.X.X/n
o   Dimana n adalah jumlah bit pada netmask.
·         IP address dengan alamat IP byte pertama adalah 127, kemudian 3 byte yang lain diisi sembarang adalah alamat loopback.
o   Sehingga alamat IP 127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk mengalamati host dalam jaringan. Contoh: 127.0.0.1
·         International Assigned Numbers Authority (IANA) mengelompokkan alamat IP-Address yang dinyatakan “Private” adalah kelompok IP yang hanya untuk digunakan di kalangan sendiri dan tidak berlaku di Internet.
o   Class A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (1 network)
o   Class B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (16 network)
o   Class C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255 (256 network)
·         Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
·         Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device.
·         Setiap 8 bit nomor IP dapat dikonversi ke desimal dengan komposisi :
o   (x*27+x*26+x*25+x*24+x*23+x*22+x*21+ x*20 ),
Atau
o   (x*128+x*64+x*32+x*16+x*8+x*4+x*2+ x*1),
o   Bentuk desimal dari 11001011 dapat dilakukan dengan :
o   =1*128+1*64+0*32+0*16+1*8+0*4+1* 2+1*1
o   = 128 + 64 + 0 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
o   = 203
·         Untuk mengubah desimal menjadi biner dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan dengan kelipatan pengalian diatas, jika dikurangi bisa maka diberi angka 1 dan jika tidak bisa diberi angka 0.
·         Ada 3 macam kategori pengalamatan IP, yaitu:
o   Classfull Addressing (conventional) : pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada subnetting.
o   Subnetted Classfull Addressing : pengalamatan dengan subnetting.
o   Classless Addressing: CIDR
·         SubNetting adalah proses membagi sebuah network menjadi beberapa Sub-network.
·         Alasan-alasan perlunya dibentuk subnetting antara lain :
o   Memudahkan pengelolaan jaringan.
o   Mereduksi traffic yang disebabkan oleh broadcast maupun benturan (collision).
o   Membantu pengembangan jaringan ke jarak geografis yang lebih jauh (LAN ke MAN).
·         Pembentukan subnet dilakukan dengan cara mengambil beberapa bit pada bagian HostId untuk dijadikan SubnetId
·         Subnetting membagi network menjadi subnet dengan jumlah host yang sama untuk setiap subnet.
PC Gaming Blogs - BlogCatalog Blog Directory
WARNING!!! I WON'T TAKE ANY RESPONSIBILITIES ABOUT THE GAME FILES THAT YOU'VE DOWNLOADED FROM THIS BLOG. It's because as we know that many great games are too expensive to buy. That's why I'm trying to help you to enjoy those games. But, you won't have the full feature of these games. If you want to have the full feature of the games that I've shared, please buy the original version. Thanks and enjoy the games in this blog.

Submit ExpressSubmit Express - SEO Services