Doddy
Asmadi J.
11410100222
- Media Guide : cable, bahannya :
tembaga & fiber (kaca)
- Tembaga :
- coxial
cable : thin, thick
- twisted
pair : UTP (unshielded) untuk indoor, STP (shielded) untuk outdoor &
dibungkus jel agar tahan terhadap cuaca. STP dibuat saling silang satu
dengan yang lain agar tidak terjadi medan magnet yang membuat data tidak
dapat lewat
- Fiber (kaca) : single mode
& multi mode
- Data disini dirubah menjadi
arus listrik atau cahaya
- Data :
- arus
: +10V , -10V
- cahaya
: led & laser
- Router interface sama dengan
hub
- Kabel UTP ada 8, yang
membedakannya adalah warna, 568A & 568B
- Starndart electrical :
EIA
- Maksimal kabel UTP adalah 100m,
jika ingin lebih maka diperlukan penguat sinyal (switch) atau penguat arus
- Switch tidak dapat membaca data
pc lain karena swicth hanya penghubung (perantara)
- OSI layers :
- Application
- Presentasion
- Session
- Transport
- Network
- Datalink
- Physical
- Medai unguide : wireless
- Router bisa memakai firewall
- Fungsi frame : adanya physical
addressing
- Hub digunakan untuk share bandwith
(yang ada) ke semua port
- Switch : tanpa konfigurasi pun
bisa berjalan, tetapi dapat dikonfigurasi lagi, seperti adanya dedicated
bandwith (kecepatan bandwith sama, tidak dibagi)
- Ciri - ciri :
- di
hub bisa terjadi domain polution , efeknya adalah network
menjadi terhalang, namun dapat diselesaikan di switch dengan back off
algorithm collution
- jika
di hub ada network collusion, maka jika ada 1 jaringan error maka
jaringan lain akan ikut error, namun di switch error yang terjadi tidak
akan menyebar
- network
collution : pengiriman data pada suatu network dalam waktu yang sama
- Cable console : kabel untuk
menghubungkan perangkat jaringan ke komputer (pc) lalu ke USB ke console
cable
- Network device ke pc karena
network device tidak ada layarnya, kabel tidak perlu di twisted
- Straight cable : antar ujung
kabel menggunakan standar EIA yang sama (A/B)
- Cross cable : antar ujung
kabel menggunakan standar EIA yang berbeda
- Beda cross cable & straight
cable :
- cross cable : untuk
menghubungkan 2 perangkat yang sama fungsinyya yaitu sebagai transmit
& receive , router ke router, hub ke hub, router ke pc
- straight cable : untuk
menghubungkn 2 perangkat berbeda, misal hub ke switch
- Kabel UTP :
- 10mbps -> ethernet
- 100mbps -> fastethernet
- 1000mbps -> gigabitethernet
- Network device :
- hub
- switch :
- management
switch : bisa diatur lagi
- unmanage
switch : switch yang tidak perlu dikelola lagi, dapat langsung
digunakan, mempunyai kemampuan di layer 2 yaitu tidak share bandwith
& mampu memecahkan collusion
- router
- Traffic dapat dikelola dengan
baik dengan manage switch
- frame address : layer to
address / mac address
- Spannig tree :
- untuk mengingat - ingat
teknologi switch agar tidak terjadi frame loop
- menstabilkan mac adress table
- Kemampuan switch :
- address learning
- forward / filter decision
- loop avoidance
- Pengiriman data didalam
internet protokol menggunakan routing protokol
- Router lebih dari 30 akan
mengakibatkan RTO
- OSPI : untuk enterprise dalam
satu autonomi sistem
- LCMP protokol : untuk
menginformasikan jika terjadi error
- Tahapan menguji host :
- lihat konfigurasi, cek default
gateway apakah sesuai dengan ip address router, lakukan ping ke gateway
(jika bisa maka berhasil)
- gunakan trace sebagai pilihan
terakhir, connect internet ( trace router)
- ARP : untuk mencari physical
address ip
- RARP : untuk addressing (belum
ada ip) untuk membuat alamat ip, mapping ke mac address (proses
addressing)
- Kelemahan ip public :
- harus bayar sewa
- untuk menghemat ip, hanya
untuk server public & layanan public, hanya untuk server tertentu
- alasan keamanan, ip public
hanya akan membuat komputer dapat mengakses komputer lain sehingga
berbahaya dalam penyimpanan data
- Membedakan category class full
& class less : dilihat dari net mask di ip, netmask class full adalah
8,16,24 selain itu adalah class less
·
Komponen Internet Layer :
o Routing
Protocol:
§ Path
Selection
§ RIP, OSPF, BGP
o IP Protocol :
§ Addressing convention
§ Datagram
format
§ Packet
handling convention
o ICMP Protocol
:
§ Error
reporting
§ Router Signalling
·
ICMP Internet Control Message Protocol, digunakan oleh
host, router, gateway untuk mengirimkan pesan pesan kesalahan.
o Tugas ICMP
adalah mendukung sepenuhnya tugas-tugas protokol IP.
o ICMP tidak
menggunakan nomor port seperti pad TCP dan UDP.
o ICMP dapat
melintasi internetwork.
o ICMP dapat digolongkan
dalam 2 kelas:
§ Pesan
kesalahan : Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengiirim jika terjadi
error
§ Pesan
informasi : Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.
·
ARP : Address Resolution Protocol.
o Protokol ini
bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan
alamat IP tertentu.
o Setiap host
menyimpan Tabel ARP dalam cache.
·
RARP : Reverse Address Resolution Protocol :
Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang
hanya tahu Hardware address-nya saja
·
Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masingmasing sebesar
32 bit (i.e., IP Address).
·
Fragment : Packet data yang dipotong2 sesuai dengan
ukuran MTU
o Karena adanya
proses fragmentasi, maka pada sisi penerima dibutuhkan juga adanya proses reassembly.
o Proses
reassembly menggunakan field: identification, flag dan fragmentation pada
IP datagram
·
Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka
biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
o IP Address
terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
o Penulisan IP
address dalam bentuk dotted decimal adalah: X.X.X.X . Contoh:
202.155.19.57
o IP Address
terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
o IP address
kelas A, B, C digunakan untuk pengalamatan IP publik.
o IP address
kelas D, digunakan untuk pengalamatan multicast.
o IP address
kelas E, dicadangkan untuk pemakaian masa depan.
o IP kelas A, B
dan C terdiri atas 2 bagian, yaitu NetId (identitas sebuah network) dan HostId
(identitas sebuah host).
·
Total alamat host dalam sebuah network adalah: 2N
– 2 (Dimana N adalah jumlah bit).
o Pengurangan 2
disini dikarenakan dalam satu alamat jaringan selalu terdapat network
address dan broadcast address.
·
Untuk memisahkan antara network-id dan host-id
diperlukan sebuah netmask.
o Network-id
menggunakan mask binary 1, sedangkan host-id menggunakan mask binary 0.
o Network-id
dan Host-Id dibedakan dengan cara melakukan operasi AND antara IP
address dan Netmask.
·
CIDR : Classless Inter-domain Routing.
o Dengan CIDR,
network-prefix pada alamat IP tidak harus 8, 16, dan 24 bit seperti pada kelas
A, B, dan C.
o Dengan CIDR,
network prefix dituliskan dalam bentuk: X.X.X.X/n
o Dimana n
adalah jumlah bit pada netmask.
·
IP address dengan alamat IP byte pertama adalah 127,
kemudian 3 byte yang lain diisi sembarang adalah alamat loopback.
o Sehingga
alamat IP 127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk mengalamati host dalam
jaringan. Contoh: 127.0.0.1
·
International Assigned Numbers Authority (IANA) mengelompokkan
alamat IP-Address yang dinyatakan “Private” adalah kelompok IP yang hanya untuk
digunakan di kalangan sendiri dan tidak berlaku di Internet.
o Class A :
10.0.0.0 – 10.255.255.255 (1 network)
o Class B :
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (16 network)
o Class C :
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (256 network)
·
Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal
diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
·
Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP,
karena itu disebut sebagai Multihomed Device.
·
Setiap 8 bit nomor IP dapat dikonversi ke desimal
dengan komposisi :
o
(x*27+x*26+x*25+x*24+x*23+x*22+x*21+ x*20 ),
Atau
o
(x*128+x*64+x*32+x*16+x*8+x*4+x*2+ x*1),
o
Bentuk desimal dari 11001011
dapat dilakukan dengan :
o
=1*128+1*64+0*32+0*16+1*8+0*4+1* 2+1*1
o
= 128 + 64 + 0 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
o
= 203
·
Untuk mengubah desimal
menjadi biner dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan dengan kelipatan
pengalian diatas, jika dikurangi bisa maka diberi angka 1 dan jika tidak bisa
diberi angka 0.
·
Ada 3 macam kategori
pengalamatan IP, yaitu:
o
Classfull Addressing (conventional) : pengalamatan berdasarkan kelas, tanpa perlu ada
subnetting.
o
Subnetted Classfull
Addressing : pengalamatan dengan
subnetting.
o
Classless Addressing: CIDR
·
SubNetting adalah proses
membagi sebuah network menjadi beberapa Sub-network.
·
Alasan-alasan perlunya
dibentuk subnetting antara lain :
o
Memudahkan pengelolaan
jaringan.
o
Mereduksi traffic yang
disebabkan oleh broadcast maupun benturan (collision).
o
Membantu pengembangan
jaringan ke jarak geografis yang lebih jauh (LAN ke MAN).
·
Pembentukan subnet dilakukan
dengan cara mengambil beberapa bit pada bagian HostId untuk dijadikan SubnetId
·
Subnetting membagi network menjadi
subnet dengan jumlah host yang sama untuk setiap subnet.
No comments:
Post a Comment